Kamis, 28 April 2011

JOB SHEET – 6
Perhitungan dan Pengukuran Pada Tansformator
Laporan Pratikum Elektronika Dasar














Nama Pratikan : M. Abdul Fatah
NIM/Program Studi : 093611021/ T-Fisika
Semester/Kelas : 4/T-Fisika 4
Teman Kerja : Nur Khayati
Siti Rohmana



Laboraturium Pendidikan Fisika
Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo Semarang
2011
JOB SHEET – 6
A.Tujuan :
Setelah melaksanakan praktik diharapkan mahasiswa dapat :
1.Mengetahui prinsip kerja pada transformator CT
2.Mengukur tegangan primer dan sekunder pada transformator tetap(CT)

B.Alat dan Bahan :
Alat
1.Multimeter
Bahan
2. Transformator step down(CT)

C.Landasan Teori
Prinsip Kerja Transformator dan Komponen Transformator (trafo)
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Bagian-Bagian Transformator

Contoh Transformator Lambang Transformator
Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).
Pada skema transformator di samping, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.






Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:





Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Simbol Transformator
Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu:
1)Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
2)Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:
1.Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
2.Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
3.Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,
Sehingga dapat dituliskan:
MACAM-MACAM TRANSFORMATOR/TRAFO BERDASARKAN FUNGSINYA
1. TRAFO STEP-UP
Trafo ini digunakan u/ menaikkan tegangan. Ciri2nya:
-Lilitan sekunder (lilitan yg ada pd output/keluaran trafo) lebih banyak dari pd lilitan primer (lilitan yg ada pd input/masukan trafo).
-Tegangan sekunder lebih besar dr tegangan primer.
2. TRAFO STEP-DOWN
Trafo step-down adalah jenis trafo yg paling sering digunakan pd catu daya krn berfungsi u/ menurunkan tegangan. Ciri2nya:
-Lilitan sekunder lebih sedikit dr lilitan primer
-Tegangan sekunder lbh kecil dr tegangan primer.

MACAM-MACAM TRAFO CATU DAYA
1. TRAFO ENGKEL
Trafo yg biasa digunakan pd trafo pd umumnya. Trafo ini hanya punya besar keluaran tegangan yg hanya satu macam dan tegangan nol.
2. TRAFO CT
Adalah trafo yg punya besar keluaran yg bejumlah dua atau bepasangan (6 dgn 6) selain itu trafo ini punya ujung CT. CT ini digunakan sebagai arus negatif. Selain itu trafo CT keluarannya dpt di pararel (keluarannya dpt digabungkan tp syaratnya harus pasangannya yaitu 6 dgn 6 atau 12 dgn 12).
Penggunaan Transformator
Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi, gardu listrik dan sebagainya.
D.Langkah Kerja :
Melakukan pengukuran tegangan pada kaki-kaki transformator sesuai daftar tabel berikut ini.


No


Hasil
1
0 – 220
220250×250
220 volt
2
CT – 6
650×50
6 volt
3
CT – 6’
650×50
6 volt
4
CT – 9
950×50
9 volt
5
CT – 9’
950×50
9 volt
6
CT – 12
1250×50
12 volt
7
CT – 12’
1250×50
12 volt
8
6 – 9
350×50
3 volt
9
6 – 12
650×50
6 volt
10
6 – 9’
1550×50
15 volt
11
6 – 12’
1850×50
18 volt
12
9 – 12
350×50
3 volt
13
9 – 12’
1250×50
12 volt
14
6 – 6’
1250×50
12 volt
15
9 – 9’
1850×50
18 volt
16
12 – 12’
2450×50
24 volt

E.Analisis Dan Pengolahan Data
Pada percoban kali ini,yaitu pengukuran tegangan primer dan sekunder pada transformator jenis CT didapatkan nilai
No

Hasil
No

Hasil
1
0 – 220
220 volt
9
6 – 12
6 volt
2
CT – 6
6 volt
10
6 – 9’
15 volt
3
CT – 6’
6 volt
11
6 – 12’
18 volt
4
CT – 9
9 volt
12
9 – 12
3 volt
5
CT – 9’
9 volt
13
9 – 12’
12 volt
6
CT – 12
12 volt
14
6 – 6’
12 volt
7
CT – 12’
12 volt
15
9 – 9’
18 volt
8
6 – 9
3 volt
16
12 – 12’
24 volt

Meskipun pada awalnya nilai yang kami dapatkan tidak sebaik ini,tapi setelah diganti multimeter yang lebih baik didapatkan hasil pengukuran yang sangat baik.Dari hasil pengukuran dapat diketahui bahwa untuk tegangan antara CT dengan angka maka hasilnya angka tersebut(misal: CT – 6 =>6 volt ; CT – 6’ =>6 volt).Untuk tegangan antara angka dengan angka aksen atau secara umum bisa dikatakan angka disisi kiri dengan angka disisi kanan maka hasilnya jumlah nilai tersebut(misal: 6 – 9’ =>15 volt ; 6 – 12’ =>18 volt).Sedangkan untuk tegangan antara angka dengan angka atau angka aksen dengan angka aksen atau secara umum angka dengan angka disisi sama maka hasilnya selisih nilai tersebut(misal: 6 – 9 =>3 volt ; 6 – 12 =>6 volt ).Sehingga pada trafo CT dengan 3 tegangan keluaran(6 ; 9 ; 12 volt) yang tertera pada badan transformator dapat kita buat hingga menjadi 7 tegangan keluaran(3 ; 6 ; 9 ; 12 ; 15 ; 18 ; 24),sehingga akan memudahkan kita dalam menggunakan untuk beberapa tegangan yang berbeda-beda.
F.Kesimpulan
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi.
Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi, gardu listrik dan sebagainya.
Trafo CT adalah trafo yg punya besar keluaran yg bejumlah dua atau bepasangan (6 dengan 6’) selain itu trafo ini punya ujung CT. CT ini digunakan sebagai arus negatif. Selain itu trafo CT keluarannya dapat di pararel (keluarannya dapat digabungkan tapi syaratnya harus pasangannya yaitu 6 dgn 6’ atau 12 dgn 12’).



DAFTAR PUSTAKA
Malvino, Albert Paul.2002. Prinsip-Prinsip Elektronika Jilid 1 edisi ketiga. Jakarta : Erlangga
Haliday,Resnick.1998..Fisika Jilid 2. Jakarta : Erlangga
Yuniarti,Wenty Dwi.2011.Modul Praktikum Elektronika Dasar 1.Semarang
: Tadris Fisika IAIN Walisongo.
Sunar prasetyono,dwi.2007.Belajar Sistem Cepat Elektronika.Absolute: Yogyakarta

http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1980772- resistor-dan-cara/#ixzz1Hr2mR2wP

PERTANYAAN
1.Jelaskan kegunaan dari transformator
Jawab : Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi, gardu listrik dan sebagainya.
2.Apa yang dimaksud dengan STEP-UP Transformator
Jawab : Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tegangan bolak-balik tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
3.Sebutkan inti-inti dari Transformator dan berikan contoh masing-masing
Jawab : Inti besi pd trafo sengaja dibuat berkeping-keping, krn dgn bentuk kepingan terdapat rongga udarag, ini juga digunakan sebagai pendingin trafo. Panas ini terjadi krn arus pd trafo yg besar dan menyebabkan adanya panas pd trafo. Pd saat km mengukur ujung input dan ujung output, dia tdk akan menunjukkan kalau antara input dan output tdk bersambung tp knp ada arus listrik yg mengalir dr input ke output. Ini krn perpindahan listrik yg trjadi pd trafo adalah perpindahan energi listrik secara induksi. Yaitu perpindahan listrik tanpa parlu adanya perantara seperti kawat atau yg lainnya. Kawat yg digungakan pd trafo adalah kawat EMAIL, yaitu kawat yg berisolasi. Inti besi yg digunakan ada dua macam yaitu yg berbentuk E (kereng) dan I (koker)










Semarang, 24 April 2011

Mengetahui,
Pengampu Praktikum,



Wenty Dwi Yuniarti, M.kom.
NIP.

Laboran,



……………………
NIM

Praktikan,



Muhammad Abdul Fatah
NIM.093611021

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar